Yogyakarta – Talenta Hub Indonesia berhasil menyelenggarakan pelatihan pengelolaan keuangan masjid pada hari Jumat, 13 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara luring di Gedung Syncore Indonesia yang beralamat di Jl. Raya Solo - Yogyakarta, Maguwoharjo, Yogyakarta. Pelatihan ini diikuti oleh >10 orang pengurus masjid, takmir, bendahara masjid, serta masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap pengelolaan keuangan masjid yang lebih tertib dan profesional.Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai pusat kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat. Seiring dengan meningkatnya aktivitas serta kepercayaan jamaah terhadap pengelolaan dana masjid maka diperlukan sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Pengelolaan keuangan yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan jamaah dan memastikan bahwa dana umat dapat dikelola secara optimal untuk berbagai kegiatan kemasjidan.Meskipun pengelolaan keuangan masjid sangat penting, namun dalam praktiknya masih banyak pengurus masjid yang menghadapi berbagai tantangan dalam melakukan pengelolaan administrasi keuangan. Beberapa tantangan yang seringkali terjadi berkaitan dengan pengelolaan keuangan masjid, antara lain: Kurangnya pemahaman pengurus masjid terhadap pengelolaan keuangan, kurang sistematisnya penyusunan laporan keuangan masjid, hingga kurangnya pemahaman pengurus masjid terhadap teknologi yang diperlukan untuk membantu proses pengelolaan keuangan. Dari adanya kondisi ini, tentunya menunjukkan pentingnya kegiatan edukasi dan pelatihan yang dapat membantu pengurus masjid meningkatkan kapasitas dalam mengelola keuangan secara lebih profesional.Melalui pelatihan ini, Talenta Hub Indonesia berupaya memberikan pemahaman yang lebih sistematis mengenai pengelolaan keuangan masjid, mulai dari : Pola Pengelolaan Keuangan yang Baik, Sistem Pencatatan dan Administrasi Keuangan Masjid, hingga Praktik Sederhana Sistem Keuangan Masjid yang dapat langsung diterapkan oleh para pengurus dalam aktivitas sehari-hari. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai sistem pengelolaan keuangan masjid ini, diharapkan pengurus masjid dapat menyusun laporan keuangan yang lebih transparan serta meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan dana umat.Adapun rangkaian acara pelatihan dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Talenta Hub Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber yang kompeten di bidang pengelolaan keuangan. Dalam pelatihan ini, materi utama disampaikan oleh Dr. Rudy Suryanto, SE., M.Acc., Ak., CA, selaku Senior Konsultan sekaligus Praktisi Pendidikan, yang membahas mengenai konsep dasar pengelolaan keuangan masjid yang baik, pentingnya sistem pencatatan keuangan yang tertib, hingga praktik sederhana dalam menyusun sistem administrasi keuangan masjid yang lebih transparan dan mudah diterapkan.Setelah sesi penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan untuk mengikuti sesi praktik sederhana terkait pencatatan dan pengelolaan keuangan masjid. Dalam sesi ini, para peserta dapat berdiskusi secara langsung dengan narasumber serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait dengan tantangan yang mereka hadapi dalam mengelola keuangan masjid di lingkungan masing-masing. Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang aktif serta berbagai pertanyaan yang disampaikan selama sesi berlangsung.Pelatihan ini dapat terselenggara dengan baik dari awal hingga akhir kegiatan. Melalui pelatihan ini, Talenta Hub Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola keuangan secara lebih profesional, transparan, dan akuntabel. Untuk kedepannya, diharapkan semakin banyak masjid yang mampu menerapkan sistem pengelolaan keuangan yang baik sehingga dapat memperkuat kepercayaan jamaah serta mendukung keberlanjutan berbagai kegiatan kemasjidan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Yogyakarta – Talenta Hub Indonesia berhasil menyelenggarakan Webinar Talenta #2: Persiapan Masuk Kedokteran bagi Siswa SMA dan Orang Tua pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Talenta Hub Indonesia dengan berkolaborasi bersama MHEDU dalam penyelenggaraanya. Webinar ini diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh siswa SMA dari berbagai daerah di Indonesia, orang tua siswa, guru bimbingan konseling, hingga masyarakat yang memiliki ketertarikan terhadap dunia pendidikan kedokteran. Pendidikan kedokteran merupakan salah satu jalur pendidikan dengan animo peminat dan tingkat persaingan yang sangat ketat di Indonesia. Salah satu bukti dari tingginya persaingan dalam fakultas ini dapat dibuktikan melalui data seleksi masuk dari salah satu universitas di indonesia. Berdasarkan data seleksi masuk Fakultas Kedokteran di UI pada tahun 2023/2024 tercatat bahwa peminat dari fakultas ini adalah sebanyak 12.557 orang untuk memperebutkan 252 kursi. Melihat dari tingginya tingkat persaingan ini tentunya diperlukan adanya persiapan yang matang bagi masyarakat (siswa sma dan orangtua) untuk dapat mempersiapkan diri memasuki jurusan ini.Namun meskipun mengetahui fakta persaingan tersebut, hingga kini masih banyak ditemukan anggota masyarakat (khususnya siswa SMA dan Orangtua) yang kurang mampu mempersiapkan diri secara matang akibat dari kurang memahami terkait pendidikan kedokteran itu sendiri. Banyak siswa yang memiliki cita-cita menjadi dokter, namun masih tidak memahami terkait jalur seleksi masuk kedokteran, tahapan masuk pendidikan dokter, hingga tantangan akademik dan mental yang akan dihadapi selama menjalani pendidikan tersebut. Di sisi lain, orang tua juga memerlukan informasi yang tepat agar dapat memberikan dukungan yang optimal kepada anak dalam menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kesiapan mereka.Melalui webinar ini, Talenta Hub Indonesia berupaya memberikan pemahaman yang lebih sistematis mengenai pendidikan kedokteran di Indonesia, mulai dari: Gambaran Umum Proses Pendidikan Kedokteran, Jalur Seleksi Masuk Fakultas Kedokteran, hingga Strategi Persiapan Akademik dan Mental bagi Siswa yang Bercita-Cita menjadi Dokter. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai setiap proses tersebut, diharapkan siswa dapat mempersiapkan diri secara lebih terarah dan realistis dalam menghadapi persaingan yang cukup ketat untuk masuk ke fakultas kedokteran. Sementara itu, dengan adanya webinar ini diharapkan orangtua mampu memberikan dukungan secara maksimal bagi anak yang akan memasuki fakultas kedokteran.Lalu, rangkaian acara webinar dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Talenta Hub Indonesia. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Adapun sesi webinar ini diisi oleh dua narasumber yakni dr. Widyandana, MHPE, Ph.D., Sp.M(K) seorang praktisi dalam bidang kesehatan serta Reny Yuniasanti, M.Psi, Ph.D, Psikolog seorang praktisi pendidikan dan psikolog. Sesi pertama dalam webinar ini dibuka dengan pemaparan materi tentang Pendidikan Dokter dan PIlihan Karier di Indonesia oleh dr. Widyandana, MHPE, Ph.D., Sp.M(K) yang membahas secara komprehensif mengenai sistem pendidikan dokter di Indonesia, berbagai jalur seleksi masuk fakultas kedokteran, hingga tantangan akademik yang akan dihadapi oleh mahasiswa kedokteran.Lalu dilanjutkan dengan pemaparan materi ke dua tentang Persiapan Mental, Minat Bakat, & Peran Orang Tua oleh Reny Yuniasanti, M.Psi, Ph.D, Psikolog yang mengupas tuntas terkait dengan kesiapan mental dalam memasuki pendidikan kedokteran, dukungan orangtua untuk mempersiapkan anak memasuki dunia kedokteran sertapentingnya pentingnya komitmen dalam menempuh pendidikan kedokteran yang relatif panjang dan menuntut. Selanjutnya, setelah sesi kedua para peserta juga diberikan kesempatan untuk dapat mengajukan berbagai pertanyaan terkait strategi persiapan masuk kedokteran, tips menghadapi seleksi masuk fakultas kedokteran, serta bagaimana siswa dan orang tua dapat bekerja sama dalam mempersiapkan rencana pendidikan yang matang. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan selama sesi diskusi berlangsung.Webinar ini dapat terselenggara dengan baik dari awal hingga akhir kegiatan. Melalui kegiatan ini, Talenta Hub Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan literasi pendidikan kedokteran bagi siswa dan orang tua. Untuk kedepannya, diharapkan akan semakin banyak siswa yang dapat mempersiapkan diri secara lebih terencana dalam mengejar cita-cita menjadi dokter serta memiliki pemahaman yang lebih matang mengenai tantangan dan tanggung jawab profesi kedokteran di masa depan.
Yogyakarta – Talenta Hub Indonesia berhasil menyelenggarakan Webinar Talenta #1: Implementasi Interprofessional Education (IPE) dalam Sinergi Pendidikan dan Pelayanan untuk Mendukung Peningkatan Akreditasi Rumah Sakit pada Jumat, 6 Februari 2026. Webinar ini diselenggarakan secara daring melalui platform zoom meeting dan telah diikuti oleh direksi dan manajemen rumah sakit, komite medis dan keperawatan, kepala instalasi dan unit kerja, tim mutu dan akreditasi, perwakilan kampus kesehatan, serta dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya. Kegiatan ini menjadi forum pembelajaran awal bagi manajemen rumah sakit dan tenaga kesehatan dalam memahami peran strategis IPE sebagai bagian dari pemenuhan standar akreditasi rumah sakit.Latar belakang dari terselenggaranya webinar ini adalah karena adanya tuntutan standar akreditasi rumah sakit baik nasional maupun internasional yang menekankan pada pentingnya sistem pendidikan tenaga kesehatan yang terencana, terdokumentasi, dan terintegrasi dengan pelayanan. Dalam konteks tersebut, Interprofessional Education (IPE) dipandang sebagai pendekatan yang mampu memperkuat kolaborasi lintas profesi serta meningkatkan mutu layanan dan keselamatan pasien. Berbeda dengan praktik pendidikan tenaga kesehatan yang masih banyak dilakukan secara terpisah berdasarkan profesi, webinar ini mendorong pemahaman tentang pentingnya sinergi antara pendidikan dan pelayanan. Melalui IPE, rumah sakit diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara proses pembelajaran dan praktik kolaborasi di lapangan, sekaligus mendukung pencapaian indikator mutu dan elemen akreditasi rumah sakit.Adapun, rangkaian acara dimulai dari adanya pembukaan webinar oleh mc, kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan oleh perwakilan Talenta Hub Indonesia, dan dilanjutkan dengan pembacaan materi dari narasumber. Materi utama dalam webinar ini disampaikan oleh narasumber yaitu dr. Widyandana, MHPE, Ph.D., Sp.M(K), yang mengulas tantangan pendidikan tenaga kesehatan dalam mendukung akreditasi rumah sakit, konsep dan prinsip implementasi IPE di lingkungan klinik, serta keterkaitannya dengan regulasi dan standar akreditasi. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan rencana program workshop lanjutan yang akan membahas penerapan IPE secara lebih aplikatif dan kontekstual sesuai kebutuhan rumah sakit.Webinar ini berhasil terselenggara dengan cukup baik, dari awal acara hingga akhir acara. Adapun, melalui Webinar ini, Talenta Hub berharap dapat menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman dan komitmen bersama terkait optimalisasi pendidikan tenaga kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Lalu kedepan, pendidikan kesehatan diharapkan tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai investasi strategis dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan dan keberhasilan akreditasi rumah sakit.
Sidoarjo - Pada tahun 2024, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) secara resmi menerapkan Sistem Standar Pengendalian Internal (SPI) yang digunakan sebagai media pembelajaran praktik bagi mahasiswa melalui kerja sama dengan PT. Syncore Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat tata kelola organisasi di lingkungan kampus, tetapi juga melibatkan mahasiswa akuntansi melalui praktek pembuatan SPI, penyusunan invoice, dan pengelolaan password. Adanya SPI menjadi solusi untuk meningkatkan akuntabilitas, transparansi, serta efektivitas pengelolaan internal. Selain itu, juga untuk memberikan pengalaman nyata bagi mahasiswa dalam memahami dan mengaplikasikan audit internal. SPI merupakan instrumen pengawasan yang berfungsi memastikan seluruh proses kerja berjalan sesuai prosedur serta terhindar dari penyimpangan. Melalui penerapan sistem ini, UMSIDA berupaya membangun budaya kerja yang disiplin dan berbasis kontrol. Langkah tersebut juga mencerminkan komitmen universitas dalam memenuhi standar tata kelola perguruan tinggi yang profesional. Sistem SPI yang dikembangkan oleh PT. Syncore Indonesia dilengkapi dengan fitur terintegrasi berbasis web untuk mempermudah pelaksanaan audit internal. Melalui sistem ini, mahasiswa dapat menggunakan sistem ini untuk mengelola dokumen pemeriksaan secara digital, menyesuaikan akses sesuai peran, dan mendapatkan rekomendasi otomatis dari sistem berdasarkan hasil analisis risiko. Dengan ini mekanisme pengawasan dapat dilakukan secara lebih terukur dan efisien. Kegiatan ini menekankan pentingnya pemahaman menyeluruh mengenai konsep dan penerapan SPI. Melalui kegiatan pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu memahami alur, prinsip, serta peran SPI dalam meningkatkan tata kelola dan akuntabilitas lembaga.Kegiatan pembelajaran ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemahaman sivitas akademik mengenai pentingnya sistem pengendalian internal. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh wawasan tentang prinsip, manfaat, dan penerapan SPI sebagai bagian dari tata kelola organisasi yang baik.Dengan dukungan teknologi dari PT. Syncore Indonesia, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami penerapan SPI secara komprehensif. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali pentingnya integritas, transparansi, dan profesionalisme dalam pengelolaan organisasi. Pembelajaran mengenai SPI juga menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang menuntut akuntabilitas dan tata kelola yang modern.
Surabaya — Universitas Trunojoyo Madura bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) pada 12–13 Agustus 2022 di Hotel Kampi, Surabaya. Kegiatan ini diikuti oleh 20 dosen dari Program Studi Agribisnis Universitas Trunojoyo dan bertujuan memberikan wawasan kepada peserta mengenai potensi desa, kelayakan usaha, serta tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) yang efektif, efisien, dan akuntabel.Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran yang dibagi dalam dua sesi utama dengan fokus materi yang berbeda. Pada hari pertama, peserta mendalami Filosofi dan Revitalisasi BUM Desa Pasca Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021, Tata Kelola Manajemen BUM Desa, serta Penyusunan Rencana Usaha dan Studi Kelayakan. Materi ini berpedoman pada Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa, yang mengatur pendaftaran badan hukum, tata kelola, dan pertanggungjawaban BUM Desa.Materi disampaikan oleh Bapak Fandi Galang Wicaksana, Ibu Yanni Setiyadiningrat, dan Ibu Adelia Sulistyani dari Talenta Hub Indonesia. Materi yang dibahas meliputi strategi penguatan kelembagaan, penyusunan dokumen dasar seperti Anggaran Dasar atau Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP), hingga pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan usaha desa. Peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan potensi desa serta merancang model bisnis yang realistis dan berkelanjutan.Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada materi Tata Kelola Keuangan BUM Desa yang disampaikan oleh Ibu R. Ayu Riska Norcamalia. Peserta mempelajari enam siklus utama pengelolaan keuangan, yakni perencanaan, penganggaran, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban, dan evaluasi. Peserta dilatih menyusun Laporan Realisasi Anggaran (LRA), laporan laba rugi, serta laporan posisi keuangan sesuai format yang ditetapkan dalam regulasi tersebut.Sebagai mitra pelaksana, Talenta Hub Indonesia berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan fasilitasi diskusi selama kegiatan berlangsung. Melalui pengalaman luas dalam tata kelola keuangan dan kelembagaan publik, Syncore menghadirkan insight strategis yang memperkuat pemahaman peserta tentang praktik akuntabilitas, efisiensi, dan digitalisasi dalam pengelolaan BUM Desa. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen Syncore untuk memperkuat kapasitas akademisi dan mendorong transformasi tata kelola desa menuju kemandirian ekonomi.Kegiatan TOT Pendamping BUM Desa Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM 2022) Universitas Trunojoyo Madura menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antara dunia akademik dan praktik pemberdayaan desa. Melalui pelatihan ini, dosen diharapkan mampu berperan aktif dalam pengembangan BUM Desa yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat desa.Kolaborasi antara Universitas Trunojoyo dan Talenta Hub Indonesia mencerminkan semangat bersama dalam mewujudkan tata kelola BUM Desa yang profesional, transparan, dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa penguatan kapasitas pendamping desa merupakan kunci utama menuju desa mandiri dan berdaya saing.
Yogyakarta – Dalam upaya memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) bekerja sama dengan Talenta Hub Indonesia menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan BLUD pada 14 hingga 18 Oktober 2023. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua tahap dengan lokasi berbeda, melibatkan aparatur pengelola keuangan dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Kota Surakarta, dengan tujuan memperkuat kompetensi aparatur dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan profesional. Tahap pertama pelatihan digelar pada Sabtu, 14 Oktober 2023, di Hotel Rich Yogyakarta dan diikuti oleh 16 peserta dari BPKAD Kota Surakarta. Pada sesi ini, hadir narasumber Siti Nur Maryanti, S.E., CAAT, yang memberikan pendampingan intensif terkait implementasi pola pengelolaan keuangan BLUD. Materi yang disampaikan meliputi perencanaan anggaran, penatausahaan keuangan, serta integrasi pelaporan keuangan daerah.Pelatihan ini bertujuan memperkuat peran BPKAD sebagai pembina keuangan bagi seluruh BLUD UPTD di Kota Surakarta. Dalam sesi ini juga dibahas penguatan mekanisme konsolidasi laporan BLUD yang selama ini masih dilakukan secara manual agar dapat beralih menuju sistem yang terintegrasi.Tahap kedua pelatihan dilaksanakan pada 16–18 Oktober 2023 di Hotel Swiss-Belinn Purwosari, Surakarta, dan diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) Kota Surakarta dan berbagai instansi BLUD UPT, yaitu UPT Puskesmas, RSUD Bung Karno, RSUD Fatmawati, UPT Transportasi, dan Solo Technopark. Pada tahap ini, peserta memperoleh pendampingan teknis mengenai implementasi pola keuangan BLUD secara menyeluruh, mulai dari penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), mekanisme alur keuangan, hingga penyusunan laporan keuangan berbasis BLUD.Sistem digital Syncore e-BLUD turut digunakan sebagai alat bantu untuk memudahkan proses pencatatan, penganggaran, dan pelaporan keuangan, sehingga mempercepat transisi dari sistem manual menuju tata kelola keuangan yang lebih efisien dan transparan. Melalui rangkaian kegiatan ini, terbangun sinergi antara BPKAD dan BLUD UPT dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah berbasis kinerja dan digitalisasi. Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Surakarta dalam memastikan seluruh BLUD dapat menyusun laporan keuangan secara mandiri, akurat, dan terintegrasi.Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta mampu menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD secara optimal, dengan pemahaman yang utuh terhadap prinsip transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi keuangan daerah. Melalui pendampingan ini, Talenta Hub Indonesia berkomitmen terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong penerapan tata kelola keuangan BLUD yang profesional, berorientasi hasil, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelayanan publik.
Talenta Hub Indonesia terus memperkuat perannya dalam pengembangan pendidikan vokasi melalui Pelatihan Leadership dan Entrepreneurship Mahasiswa di Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan (Polipangkep). Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 03 hingga 04 Oktober 2023 dan menjadi bentuk komitmen Talenta Hub Indonesia dalam mendukung kampus vokasi mencetak lulusan yang berjiwa pemimpin dan bermental wirausaha. Kegiatan yang diikuti oleh tiga puluh mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Internasional ini dilaksanakan secara offline selama dua hari. Melalui kegiatan tersebut, Talenta Hub Indonesia berfokus membangun kepercayaan diri, kreativitas, serta kemampuan mahasiswa dalam menyusun rencana usaha. Kegiatan ini merupakan bagian dari Competitive Fund Vokasi yang menekankan penguatan soft skill kepemimpinan dan kewirausahaan.Menurut Khatami Angga Kusumah, Konsultan Talenta Hub Indonesia, Pelatihan Leadership ini dirancang secara interaktif agar peserta dapat memahami konsep kepemimpinan secara praktis. “Kami menggunakan metode storytelling dan ice breaking agar mahasiswa lebih aktif dan nyaman belajar. Harapannya, semangat Entrepreneurship Mahasiswa bisa tumbuh lebih kuat,” jelasnya.Dosen Polipangkep, Wiwiek Hidayati, S.E., M.Si, menyampaikan bahwa kolaborasi ini membawa dampak positif bagi kampus. “Kerja sama dengan Talenta Hub Indonesia membantu kami mengintegrasikan pelatihan berbasis praktik langsung ke dalam kurikulum. Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tapi juga mengasah kemampuan memimpin dan berinovasi dalam bisnis,” ujarnya.Selain Pelatihan Leadership, peserta juga dibekali sesi praktik penyusunan Business Model Canvas dan pengelolaan keuangan. Dua mahasiswa dengan usaha aktif ditargetkan untuk memperoleh hak cipta sebagai bentuk apresiasi terhadap ide bisnis mereka. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jejaring kampus dengan dunia industri melalui pendampingan berkelanjutan dari Talenta Hub Indonesia.Meski sempat terkendala, pelatihan tetap berjalan kondusif berkat koordinasi intensif antara pihak kampus dan tim Talenta Hub Indonesia. Dengan pendekatan praktis dan dukungan penuh dari para fasilitator, kegiatan ini sukses menumbuhkan semangat kepemimpinan dan kewirausahaan di kalangan mahasiswa vokasi.“Leadership itu universal. Jadi pelatihan seperti ini bisa diterapkan di berbagai bidang, tidak hanya bisnis,” tutur Bapak Rivaldi, Konsultan Talenta Hub Indonesia. Ia berharap, semangat Entrepreneurship Mahasiswa terus dikembangkan agar menjadi budaya di lingkungan pendidikan vokasi. Dengan kolaborasi antara Polipangkep dan Talenta Hub Indonesia, kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama untuk mencetak generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menjadi penggerak ekonomi di masa depan.
Cilegon - Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan Pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD) bagi Unit Pelaksana Teknis Daerah Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (UPTD TPSA) Bagendung pada 22 Mei 2024. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Indonesia Sustainable Waste Management Project (ISWMP) dengan dukungan Technical Assistance - Improving Performance and Capacity for Implementation (TA-IPCI), bekerja sama dengan Syncore Indonesia yang diwakili oleh Bapak Niza Wibyana Tito selaku Tenaga Ahli Ekonomi dalam TA-IPCI.Berbeda dari sejumlah daerah lain yang masih dalam tahap persiapan menuju BLUD, Kota Cilegon telah memperoleh Surat Keputusan (SK) Penetapan BLUD. Karena itu, pelatihan ini berfokus pada pemanfaatan fleksibilitas yang diberikan dalam pengelolaan keuangan BLUD dan dengan langkah-langkah praktis untuk mengoptimalkan implementasi sistem keuangan tersebut. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan dan memperkuat orientasi pelayanan publik di sektor pengelolaan sampah. Peserta pelatihan terdiri dari atas perwakilan lintas perangkat daerah, termasuk pimpinan dan jajaran DLH, pimpinan dan jajaran UPTD TPSA Bagendung, serta unsur lain dari lingkungan Pemerintah Kota Cilegon. Materi yang disampaikan oleh Bapak Niza Wibyana Tito, Tenaga Ahli Ekonomi dari Syncore Indonesia dalam program TA-IPCI, mencakup pemahaman ruang fleksibilitas BLUD, pentingnya penerbitan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) sebagai dasar hukum pengelolaan keuangan, serta langkah-langkah teknis dalam penyusunan Rencana Bisnis dan Anggaran (RBA), penatausahaan, dan pelaporan keuangan. Selain itu, peserta juga mempelajari studi kasus penerapan BLUD di sektor persampahan dari daerah lain sebagai referensi praktik baik.Pelatihan dilaksanakan secara tatap muka dengan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Pendekatan berbasis kasus (case-based learning) digunakan agar peserta dapat memahami penerapan fleksibilitas BLUD dalam konteks nyata tanpa mengabaikan prinsip akuntabilitas.Menurut Putri, selaku tim dari Syncore Indonesia, tantangan utama dalam pelaksanaan kegiatan ini adalah perbedaan pemahaman antar-stakeholder dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) terhadap sistem keuangan baru. Untuk menjawab hal itu, Bapak Niza Tito memberikan penjelasan mendalam mengenai dasar hukum dan prinsip akuntabilitas BLUD, sekaligus memandu peserta menyusun peta langkah implementasi yang sesuai dengan kondisi kelembagaan di Cilegon. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan UPTD TPSA Bagendung dapat semakin siap mengelola keuangannya secara lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik di bidang pengelolaan sampah.
Talenta Hub Indonesia bersama Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) melaksanakan pelatihan Pola Pengelolaan Keuangan (PPK) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wisata pada Senin, 5 Mei 2025 di Ruang Rapat Museum Keris Surakarta. Kegiatan ini dihadiri 25 peserta dari UPT Wisata, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, UPT Museum, serta BPKAD. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman teknis pengelolaan keuangan BLUD agar lebih akuntabel, transparan, dan sesuai regulasi.Pada sesi awal, Pembicara dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surakarta memaparkan fleksibilitas BLUD sesuai dasar hukum, mulai dari UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, PP 23/2005 tentang Pengelolaan Badan Layanan Umum (BLU), hingga Permendagri 79/2018 tentang BLUD. Beliau menekankan bahwa fleksibilitas BLUD mencakup pengelolaan pendapatan, belanja, tarif, Sumber Daya Manusia, kerja sama, hingga investasi. Tim BPKAD juga menambahkan penjelasan teknis mengenai pelaporan keuangan, termasuk pencatatan transaksi, penyusunan jurnal, buku besar, serta rencana audit eksternal oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).Talenta Hub Indonesia menjadi mitra strategis yang memberikan pendampingan komprehensif. Tim Talenta Hub Indonesia menyampaikan roadmap pembentukan dan penguatan BLUD, penyusunan Rencana Bisnis Anggaran (RBA), tata kelola akuntansi, hingga mekanisme pengeluaran dan pelaporan keuangan. Selain materi, Talenta Hub Indonesia juga memperkenalkan demo sistem E-BLUD, yang dirancang untuk mempermudah penatausahaan penerimaan, pengeluaran, serta penyusunan laporan secara lebih efisien.Pendekatan yang dibawakan Talenta Hub Indonesia menekankan praktik langsung, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan sistem dalam operasional harian. Dengan pengalaman mendampingi ratusan BLUD, di berbagai daerah, Talenta Hub Indonesia memberi nilai tambah melalui solusi yang relevan dengan kebutuhan lapangan.Kepala UPT Wisata, Pembicara, menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat membantu karena unit kerja baru mulai menerapkan BLUD pada 2025. Peserta menilai materi Talenta Hub Indonesia mudah dipahami, praktis, dan menjawab kendala teknis yang selama ini dihadapi, terutama dalam penyusunan anggaran, penginputan data, dan penatausahaan keuangan.Melalui pelatihan ini, Talenta Hub Indonesia menegaskan kredibilitasnya sebagai konsultan terpercaya dalam penguatan tata kelola BLUD. Dengan metode aplikatif, solusi berbasis teknologi, dan pengalaman luas, Talenta Hub Indonesia berkomitmen mendampingi pemerintah daerah mewujudkan tata kelola keuangan yang modern, transparan, dan berkelanjutan.
Copyright, Talenta Hub Indonesia